LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PENGOLAHAN “Larutan Buffer dan Media PDA”

LAPORAN PRAKTIKUM

MIKROBIOLOGI PENGOLAHAN

“Larutan Buffer dan Media PDA”

OLEH :

Natasya Dwi Putri

D1C009043

Teknologi Hasil Pertanian

Fakultas Pertanian

UNIVERSITAS JAMBI

2010-2011

Larutan Buffer

I. Pendahuluan

1.1  Latar Belakang

Larutan buffer adalah campuran asam/basa lemah dan basa/asam konjugasinya yang dapat mempertahankan pH di sekitar daerah kapasitas buffer. Larutan buffer dibuat dari senyawa sitrat dan fosfat.  Larutan buffer berfungsi untuk mempertahankan pH. Maka dari itu digunakan larutan buffer pada suatu percobaan untuk menjaga pH agar tetap konstan, namun tidak berarti pH tidak akan berubah Perubahan dan gangguan yang besar dalam sistem dapat merubah pH meskipun telah ditambahkan buffer ke dalamnya. Hal ini karena buffer hanya menjaga agar pH tidak terlalu berubah signifikan dengan adanya perubahan konsentrasi ion hidrogen dalam sistem.

1.2  Tujuan

Mengetahui cara membuat larutan buffer

II.               Tinjauan Pustaka

Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer adalah larutan yang digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat. Larutan penyangga tersusun dari asam lemah dengan basa konjugatnya atau oleh basa lemah dengan asam konjugatnya.

Reaksi di antara kedua komponen penyusun ini disebut sebagai reaksi asam-basa konjugasi. (Wikipedia.akses:5/11/2010)

III. Metodologi

3.1  Waktu dan Tempat

Praktikum dilaksanakan pada hari Rabu, 3 November 2010 pukul 12.00-15.00 bertempat di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi.

3.2  Alat dan Bahan

a.       Alat praktikum     : tabung reaksi, kapas, kertas kopi, tali,

b.      Bahan praktikum  : larutan buffer (NaCl), akuades

3.3  Cara Kerja

a.       Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.

b.      Mencampurkan larutan NaCl sebanyak 8,5 gram dengan 1 liter akuades didalam Erlenmeyer, mengaduk hingga homogen.

c.       Memasukan larutan tersebut kedalam tabung reaksi sebanyak 9 ml.

d.      Menutup tabung reaksi dengan kapas dan mengikat tabung reaksi tidak terlalu kencang dan meletakkannya kedalam wadah.

e.       Mensterilisasikannya dengan autoclave 121oC

f.        Menyimpannya didalam kulkas.

IV. Kesimpulan dan saran

4.1  Kesimpulan

Larutan buffer berfungsi untuk mempertahankan pH walawpun tidak berarti pH tidak berubah.

4.2  Saran

Sebaiknya praktikan melakukan pembuatan larutan buffer secara teliti agar tidak terjadi kesalahan pada percobaan selanjutnya saat larutan digunakan.

Praktikan tidak mengikat kencang tabung reaksi dengan kuat karena bila tabung disterilisasi akan memuai terkena suhu panas dan pecah bila diikat kencang.

Membuat media agar (PDA) dan Sterilisasi

I.                   Pendahuluan

1.1  Latar Belakang

Untuk menelaah mikroorganisme di laboratorium, kita harus dapat menumbuhkan mereka. Mikroorganisme dapat berkembang biak dengan alami atau dengan bantuan manusia. Mikroorganisme yang dikembangkan oleh manusia diantaranya melalui substrat yang disebut media. Untuk melakukan hal ini, haruslah dimengerti jenis-jenis nutrien yang diisyaratkan oleh bakteri dan juga macam lingkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhannya.

Alat-alat yang digunakan dalam perkembangbiakan inipun harus disterilisasikan terlebih dahulu. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak ada mikroorganisme lain, yang tidak diinginkan, tumbuh dalam media tersebut, sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang akan dibiakkan dalam media tersebut.

1.2  Tujuan

1.      Mengetahui cara membuat media PDA.

2.      Mengetahui jenis dan kegunaan media.

3.      Mengetahui cara mensterilkan media.

II.               Tinjauan Pustaka

Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. Medium yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula. Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya. (Volk, dan Wheeler,1993 . Mikrobiologi Dasar Jilid 1).

Akan tetapi yang terpenting medium harus mengandung nutrien yang merupakan substansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut dalam air. Nutrien ini adalah degradasi dari nutrien dengan molekul yang kompleks. Nutrien dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup, yang meliputi air, karbon, energi, mineral dan faktor tumbuh.

Berdasarkan konsistensi atau kepadatannya, medium dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

a.       Medium cair/broth/liquid medium

Contoh : air pepton, nutrient broth, lactose

b.      Medium setengah padat (semi solid medium)

Contoh : sim agar, cary dan brain agar

c.       Medium padat (solid medium)

Contoh : endo agar, PDA, Nutrient agar

Medium semi solid dan solid menggunakan bahan pemadat (seperti amilum, gelatin, selulosa dan agar-agar). Untuk medium padat/solid kita dapat menggunakan agar-agar dengan kadar 1,5%-1,8%, dan pada medium semi solid kadarnya setengah dari medium padat, sedangkan pada medium cair tidak diperlukan pemadat.

Pembuatan medium Potato Dextrose Agar (PDA), kentang sudah ditimbang dan direbus, dengan ukuran kentang 50,31 g dan agar 4,03 g. Disini menggunakan agar untuk mengentalkan medium. Ekstrak kentang dan agar disetir dan diatur suhu dan pHnya. Sebelum dilakukan sterilisasi, medium berawarna kuning, setelah disterilisasi dalam autoklaf medium berwarna kecoklatan dan didapat endapan berwarna putih. Setelah didinginkan beberapa saat, medium dapat ditanami bakteri (Schegel, 1993).

Agar biakan bakteri dapat dibuat, maka medium dan alat-alat yang diperlukan harus disterilisasi sebelum inokulasi. Sterilisasi yaitu suatu proses untuk mematikan semua organisme yang dapat menjadi kontaminan. Metode yang lazim digunakan untuk mensterilisasikan media dan alat-alat ialah dengan pemanasan. Jika panas digunakan bersama-sama dengan uap air disebut sterilisasi basah (menggunakan autaklaf), sedangkan jika tanpa uap air disebut sterilisasi kering (menggunakan oven).

III.            Metodologi

3.1  Waktu dan Tempat

Praktikum dilaksanakan pada hari Rabu, 3 November 2010 pukul 12.00-15.00 bertempat di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi.

3.2  Alat dan Bahan

a.       Alat Praktikum     : Batang pengaduk                Kain lap

Pisau                                     Kapas

Talenan                                Kertas kopi

Timbangan                           Kompor gas

Erlenmeyer                          Panci

Saringan                               Gelas piala 1000 ml

Autoclave                             Gelas ukur

b.      Bahan Praktikum            : Kentang 200 gram, Agar bubuk 15 gram, Dextrose 10 gram, Aquadest 1 liter

3.3  Cara Kerja

1.      Menyiapkan semua alat dan bahan yang digunakan.

2.      Mengupas kentang, mencucinya, lalu menghaluskannya/memotong kentang kecil-kecil dan menimbang sebanyak 200 gram.

3.      Memasukkan potongan-potongan kentang kedalam 500 ml akuades didalam gelas piala dan merebusnya hingga mendidih.

4.      Menyaring larutan kentang, hingga mendapat ekstrak kentang.

5.      Memanaskan 15 gram agar bubuk dengan 500 ml akuades dan memasaknya, mengaduk2 agar larutan homogen dan tidak memadat.

6.      Menyaring larutan agar.

7.      Mencampurkan larutan agar dengan ekstrak  kentang, menambahkan dextrose. Memanaskan campuran tersebut dan mengaduknya sehingga larut menjadi satu (homogen).

8.      Bila larutan tersebut berkurang akibat pemanasan, menambahkan akuades sampai menjadi 1 liter.

9.      Memasukkan larutan media kedalam Erlenmeyer, menutup Erlenmeyer dengan kapas dan membungkusnya dengan kertas kopi.

10.  Mensterilisasikan dengan autoclave pada suhu 121oC.

11.  Menyimpan Erlenmeyer yang berisi media agar kedalam kulkas.

IV.            Kesimpulan dan Saran

4.1  Kesimpulan

Media agar dibuat dengan mencampurkan ekstrak kentang dan agar bubuk.

Media dibuat dengan steril atau aseptic.

4.2  Saran

Sebaiknya praktikan menggunakan alat-alat praktikum yang steril dan juga bekerja aseptik dalam pembuatan media sehingga mendapatkan media yang baik untuk digunakan pada percobaan selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan, Jakarta.

Hadioetomo, R.S. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Gramedia, Jakarta.

Lim,D. 1998. Microbiology, 2nd Edition. McGrow-hill book, New york.

Schegel, G.H. 1993. General Microbiologi seventh edition. Cambrige University Press, USA.
Suriawiria, U. 2005. Mikrobiologi Dasar. Papas Sinar Sinanti, Jakarta.

Volk , W. A & Wheeler. M. F. 1993. Mikrobiologi Dasar Jilid 1 Edisi ke 5. Erlangga, Jakarta.

Leave a Reply